Gelapnya malam
Hilang sudah cahaya bulan
Serasa jiwa amat terluka
Bagai langit yang meratap sendu
Tak ada satu pun sinar yang datang
untuk menerangi
Namun sakit selalu datang tanpa
permisi
Merobek jiwa
yang sepi
Dalam tiap malam kuterdiam menatap langit
Terlintas bayanganmu didalam
fikiranku
Selalu kubertanya pada alam
Mengapa aku begini ?
Apakah ini hanya perasaanku sesaat
Atau
karena otak ini sudah penat
Langit kini telah meredup
Bulan pun perlahan menghilang
Mimpiku kini sudah tidak indah lagi
Hilang didalam kegelapan
Dan tak menyisakan sedikitpun
kenangan
Detik jam terdengar begitu kencang
ditelinga
Suara gemuruh angin begitu deras
menghujamku
Saat ku berusaha untuk bangkit
melawan
Ada
seutas jarum yang menusuk jiwa ku
Lelah kaki ini mengikuti langkahmu
Hingga kini telah berhenti diujung
waktu
Jarak yang tidak pernah ada
Namun sekarang terlihat amat jelas
Semakin jauh kian langkahmu
Semakin pudar cahayamu
Tidak mudah untuk memahami isi
hatinya
Begitu keras bagai batu karang
Juga teramat lembut seperti kain
sutra
Hitam putih warna hatinya
Tegas dan tegar
Kadang tak berperasaan
Kadang pula teramat baik dalam
memberi harapan
Wahai gadis periang yang penuh
semangat
Matanya yang selalu berbinar
Membuat kerinduan ini semakin
mendalam
Hangat peluknya masih terasa
dibenakku
Namun kini semuanya lenyap karena
kesalahanku
Maafkan aku………………….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar