Selasa, 28 November 2017

sinar yang memudar

Matahari telah berganti dengan bulan
Cahaya yang sempat terang kini mulai memudar
Tak ada lagi sebuah harapan
Yang tersisa hanyalah sebuah impian.
Saat tangan tak sempat lagi untuk menggapai
Maka izinkanlah seucap doa untuk tetap selalu berjalan
Mengikuti dan menemani disetiap langkahmu.

Semakin tinggi pohon tumbuh
Semakin besar pula hembusan angin yang di terima
Dan suatu saat akan rubuh jika tidak bisa menahannya
Begitu pulla harapan
Semakin tinggi manusia menaruh harapan
Maka akan semakin besar cobaan yang diterima
Dan jika tidak kuat untuk menjalaninya
Maka kepahitan lah yang akan dirasakan.

Dinginnya malam serta hembusan angin yang begitu kencang
Telah merogoh, menembus, masuk kedalam jiwa dan raga ini
Tak ada tempat ku untuk mengadu, bersujud,
memohon selain kepada mu.
  
Oh tuhaaaannn
Maafkan lah atas semua keegoisan ku
Kuatkan lah diri ku untuk melewati semua ini
Karena ku yakin engkau akan selalu ada menemani ku
disaat tak ada lagi yang datang menghampiriku.

Biarkan air terus mengalir
Dan biarkan waktu untuk terus berjalan
Jangan kau buat ini menjadi akhir
Ku masih ingin menikmati alur ceritamu\

Tak peduli ku menahan pedih nya kenyataan ini
Tak peduli seberapa besar cobaan yang kau beri
Ku akan selalu tetap menerimanya

Cerita ini belum berakhir
Yaaaa, sebab ku yakin cerita yang kau buat

Akan selalu berakhir dengan sebuah kebahagiaan.

LUKA

Untuk yang kesekian kalinya
Kulalui malamku dengan penuh kesunyian
Dinginnya hembusan angin malam
Sudah tak terasa lagi ditubuhku
Sungguh ku tak tau harus berbuat apa

Dahulu…..
Kau selalu hadir dihadapanku
Kau lontarkan indahnya senyumanmu penuh dengan arti
Namun kini……..
Musnah semua senyummu padaku
Tak ada lagi waktu yang kau berikan untukku

Entah apa yang telah ku perbuat
Entah apa kesalahanku
Kini kau telah berbeda
Wahai gadis yang kucintai
Kemana sosok dirimu yang kukenal dulu
Kau berikan secercah harapan
Namun kau pergi untuk meninggalkan
Hingga kini ku terdiam dikegelapan malam

Kau sempat masuk dan menyentuh inti dari hatiku
Kau menaruh sesuatu di dalamnya
Yang sampai saat ini belum bisa untuk kubuang
Sesuatu yang kuberi nama luka
Luka yang membekas dan tak mudah untuk diobati

Cinta kini menjadi masa lalu
Kasih pun menjadi palsu
Kau telah memberikan sejuta kenangan
Kenangan indah namun terasa pahit ditubuhku


Disudut gelapnya malam
Terlihat cahaya bulan dan bintang yang mulai memudar
Ingin sekali ku bertanya
Sepahit inikah jatuh cinta ?
Terasa indah hanya dalam sekejap mata
Namun sakitnya tak terhingga

Ku tak perduli tentang perkataan semua orang
Inilah seuntai coretan yang bisa ku buat
Mewakili isi hatiku Yang tak sempat untuk kuucapkan padamu



still loving you

Setangkai mawar yang akan selalu kuingat 
Yang pernah ada di dalam taman hatiku
 Namun kini tinggal angan-anganku
 Karena aku tidak bisa memilikimu. 

Ingin sekali aku lupakan dirimu 
Namun bodohnya aku masih tetap saja bertahan
 Meski didalam kepedihan 
Aku mencoba berlari untuk menghindarimu 
Namun bayangmu yang selalu aku temui.

 Satu pintaku untukmu Jangan kau paksa aku untuk membencimu.

 Aku berjalan di atas duri yang merekang nyawaku 
Aku berbaring di atas api yang membara 
Dan aku berteduh di bawah payung hujan yang merejam tubuhku. 
Rasa yang telah kau titipkan padaku 
Kini kujalani dengan perasaan yang gundah 

Mengeluh batinku karena sudah tak sanggup lagi 
Menahan rasa sakit akibat mencintaimu 
hatiku kini bagaikan malam tanpa bulan
Hilang di telan kegelapan malam

Haruskah aku berlari mengejar matahari ? 
Agar bisa mendapatkan cahaya cinta suci darimu

 Hancur semua hayalan Musnah segala harapan 
Kini tinggal kenangan yang terus menghantui 
bersama luka yang belum sempat terobati
 bersama mata yang masih lebam
 dan mimpi indah yang tak pernah terwujud nyatanya

 hembusan angin terasa amat sesak
 sesak hati yang menahan isak
 langit hitam tiada berbintang
 bagai hati tanpa kasih sayang 
seakan duri merobek hatiku 
menghancurkan jiwa 
dan memusnahkan semua tawa dihatiku 

hatiku bukanlah seperti baja
 yang tak akan pernah hancur meski dihantam oleh ribuan batu 
akupun bukanlah boneka 
yang dengan mudahnya kau mainkan sesuka hatimu 
aku hanya manusia biasa yang membutuhkan kasih sayang darimu

 aku berikan seluruh cintaku hanya untukmu 
semua yang kau inginkan telah kuberikan dengan ketulusan hatiku 
saat ku disini menunggumu dengan penuh kesetiaan yang amat besar menantimu
 tapi ternyata kau buat penantian dan semua cinta ku ini menjadi sia-sia 

kadang aku berfikir mengapa aku masih saja tetap mencintaimu 
walaupun akhirnya kau adalah duri yang menusuk seluruh tubuhku 
ku nikmati setiap luka yang kau beri 
ku telan pahit kasihmu 
dan hancurku kini telah ku buat menjadi sebuah pengajaran yang tak akan pernah kulupakan

 jika bintang-bintang dan bulan sudah tidak dapat lagi menemani malam 
biarlah ku nikmati kesunyian ini 
jika coretan tangan sudah tak dapat lagi mewakili perasaan 
biarlah kunikmati kehampaan ini
 mungkin air mata yang tulus
 akan lebih bermakna dari pada tawa yang penuh dengan dusta


 tahukah kamu ?
 I will always loving you And only you 
Tidak ada kata menyesal untuk mencintaimu ….. 

Rindu

Gelapnya malam Hilang sudah cahaya bulan Serasa jiwa amat terluka Bagai langit yang meratap sendu Tak ada satu pun sinar yang dat...