Untuk yang kesekian kalinya
Kulalui malamku dengan penuh kesunyian
Dinginnya hembusan angin malam
Sudah tak terasa lagi ditubuhku
Sungguh ku tak tau harus berbuat apa
Dahulu…..
Kau selalu hadir dihadapanku
Kau lontarkan indahnya senyumanmu penuh
dengan arti
Namun kini……..
Musnah semua senyummu padaku
Tak ada lagi waktu yang kau berikan
untukku
Entah apa yang telah ku perbuat
Entah apa kesalahanku
Kini kau telah berbeda
Wahai gadis yang kucintai
Kemana sosok dirimu yang kukenal dulu
Kau berikan secercah harapan
Namun kau pergi untuk meninggalkan
Hingga kini ku terdiam dikegelapan
malam
Kau sempat masuk dan menyentuh inti
dari hatiku
Kau menaruh sesuatu di dalamnya
Yang sampai saat ini belum bisa untuk
kubuang
Sesuatu yang kuberi nama luka
Luka yang membekas dan tak mudah untuk
diobati
Cinta kini menjadi masa lalu
Kasih pun menjadi palsu
Kau telah memberikan sejuta kenangan
Kenangan indah namun terasa pahit
ditubuhku
Disudut gelapnya malam
Terlihat cahaya bulan dan bintang yang
mulai memudar
Ingin sekali ku bertanya
Sepahit inikah jatuh cinta ?
Terasa indah hanya dalam sekejap mata
Namun sakitnya tak terhingga
Ku tak perduli tentang perkataan semua
orang
Inilah seuntai coretan yang bisa ku
buat
Mewakili isi hatiku Yang tak sempat
untuk kuucapkan padamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar